6th
July
2008
Oleh Alim Mahdi
Fantastik⦠Angka kemiskinan menurun menjadi 15,42 persen. Kita perlu memberikan apresiasi kepada pemerintah atas hal ini. Sebagaimana pada Selasa (1/7/08), Badan Pusat Statistik (BPS) melansir angka kemiskinan per Maret 2008 mencapai 34,96 juta jiwa atau 15,42 persen dari total penduduk. Sementara pada Maret 2007, angka kemiskinan 37,17 juta jiwa (16,58 persen).
Dengan demikian, terjadi penurunan sebanyak 2,21 juta jiwa. Luar biasanya penurunan ini terjadi saat baru saja pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 28,7 persen pada 24 Mei lalu.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Opini | Kontributor : Alim Mahdi | | 16 Views
5th
July
2008
Oleh Putra Setiawan
Masyarakat Italia sejak ratusan tahun lalu juga sudah mengenal kesenian sejenis wayang yang bernama teatro di guarrettelle. Nah, belum lama ini, wayang ala negeri Italia ini dipentaskan Taman Budaya, Denpasar Bali.
Pagelaran wayang ala Italia ini digelar di gedung tertutup Ksirarnawa. Pertunjukan wayang ini diawali dengan aksi monolog dalang yang bernama Pino Confessa.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Setiawan Putu | | 12 Views
4th
July
2008
Oleh Anton Muhajir
Sejak Mei lalu, Cafe Wayang Bali di Sanur sedikit bersolek dengan konsep baru. Tidak hanya secara manajemen dan interior, tapi tentu saja, modifikasi menu. Semula, tempat bersantap berjarak sekitar 200 meter dari pantai Sanur ini lebih banyak menyajikan menu Eropa atau western. Tapi sekarang ada kombinasi pula dengan menu nasional atau malah tradisional.
Cafe ini masih menyajikan menu-menu lama seperti chicken steak, pasta carbonara, dan semacamnya. Namun kini pengunjung cafe ini bisa pula menikmati menu lokal seperti nasi campur wayangās, ayam goreng lalah manis, dan mie goreng lalah. Menu-menu itu disajikan secara modern tanpa meninggal cita rasa tradisionalnya. Menu ayam goreng lalah manis misalnya disajikan bersama kentang, bukan nasi. Jadi mirip chicken steak tapi menggunakan bumbu lokal yang pedas (lalah).
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 13 Views
3rd
July
2008
Oleh Luh De Suriyani
Seru sekali judulnya ya. Haha.. Maksudnya untuk menunjukkan genderang perang di bidang kesenian memang mesti berani ditabuh. Bahwa kesenian dan pertunjukkan seni budaya memang berani diadu. Bidang ini, antara lain seharusnya kompetitif dalam memuaskan hasrat penonton dan pemujanya.
Nah tahun ini, nyaris pada saat yang sama, Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) dihelat. Dari segi daerah pelaksana, dua provinsi ini juga layak diadu. Punya tradisi, kesenian, dan budaya yang dijual untuk pelancong. Keduanya juga sudah berusia cukup tua, lebih dari 15 kali pelaksanaan. Nah, sekarang yang saya adu adalah bagaimana FKY dan PKB punya potensi memuaskan hasrat penontonnya? Karena saya yang menulis, pasti menuruti nafsu sendiri ya. Hehe
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Agenda, Opini, Budaya | Kontributor : Luh De Suriyani | | 46 Views
1st
July
2008
Professor Adrian Vickers
The University of Sydney
Abstract
The idea that Balinese culture needs to be preserved presupposes that it is under threat. Building on my own and Michel Picardās earlier contention that tourism strengthens Balinese culture, I wish to show that the main real threat to Balinese culture lies in environmental degradation. At present ācultureā on Bali is conceived of in very narrow terms as being identical with Hinduism and certain forms of dress, music and ceremony, and much of the focus of discussions of culture is concerned with the idea of modernityās outside threats to a reified tradition. These discussions have been framed by notions of ācultural tourismā since the term was first used in 1967. Balinese culture is in need of redefinition. The borders of āBaliā have always been much wider than the shores of the island itself, but in the Twenty-First Century these borders are now global. The island of Bali is less a self-contained culture than a landscape to which Balinese throughout the world refer. The globalised dimension of Balinese culture demonstrates that ācultural tourismā needs a major re-think, a revision that includes stronger attention to physical aspects of heritage and the environment.
Keywords: Culture, cultural tourism, tourism, Hinduism, tradition, modernity, environment
–
Balinese culture is in need of redefinition. Ever since the middle of the Twentieth Century there has been much discussion of threats to Balinese culture, particularly from elements identified with Western culture, such as hippies and drugs. In conversations Balinese also mention other potential threats that it is not wise to put into print, notably those threats that led to Bali being targeted by the bombers of 2002 and 2005. One of my Balinese friends best expressed the current state of the discussions when he recently emailed me about the idea of the whole island being declared a world heritage area, since this would be the only way to preserve Balinese culture. This idea that Balinese culture needs to be preserved presupposes that it is actually under threat, that Balinese culture has physically identifiable heritage features, and that external bodies can legislate such preservation. All of these propositions need urgent investigation, since there is a sense amongst people on Bali that over-development is reaching a critical junction, and this paper is intended as a small contribution to the discussions. Building on my own and Michel Picardās earlier contention that tourism strengthens Balinese culture, I wish to show that the main real threat to Balinese culture lies in environmental degradation.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 50 Views
30th
June
2008
Oleh Janet De Neefe
Sebagian persimpangan jalan di depan Istana Puri Ubud seperti hutan bambu, dijejali berbagai sarana dan prasarana upacara kremasi akbar 15 Juli mendatang. Dua sarkofagus berbentuk patung sapi jantan berukuran besar akan membawa jenazah dua Pangeran menuju pemakaman yang letaknya tidak jauh dari sana. Tujuh puluh warga dari berbagai banjar juga akan dikremasi pada hari yang sama. Inilah salah satu puncak kemeriahan kalender acara masyarakat Ubud: keramaian di jalanan sama semaraknya dengan keceriaan yang diciptakan setiap Ubud Writers & Readers Festival.
Sementara warga Ubud mempersiapkan persembahan untuk kremasi besar ini, tim Festival sedang sibuk mempersiapkan program dan detil-detil lainnya untuk Ubud Writers & Readers Festival yang kelima.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Agenda, Jalan-Jalan, Buku, Budaya, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 31 Views
29th
June
2008
Oleh Anton Muhajir
Ada yang berbeda di Amterdam Cafe and Bakery. Tempat bersantap di kawasan padat jalan Diponegoro Denpasar yang berdiri sejak 1975 ini, sekarang lebih sophisticated, bersahabat, simpel, dan lengkap. Tidak hanya tampilan interior, tapi juga menu andalan restoran ini. Sebelumnya, Amsterdam hanya menyajikan eastern food dan penganan kecil. Namun sejak April lalu, restoran ini menambah menu Eropa.
Berkunjung ke Amsterdam saat ini tidak akan lengkap kalau kita tidak menyantap Veal Gordon Blue, menu andalan resto ini. Menu dengan gambar topi sebagai tanda chef recommended ini berupa smoked beef dan keju yang disajikan dengan sayur dan kentang. Daging sapi yang di-steam membuat daging tebalnya empuk. Di dalam irisan daging diisi lembaran keju. Setelah empuk di dalam, eh, renyah di luar pula. Ini karena lapisan tepung roti tipis yang garing.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Jalan-Jalan, Kuliner, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 27 Views
28th
June
2008
Kiriman dari Humas Pemkot Denpasar
Untuk meningkatkan wawasan tentang kemajuan di daerah lain maupun manca negara serta mengurangi gagap teknologi (gaptek) Pemkot Denpasar menyediakan fasilitas hotspot secara cuma-cuma kepada warga Denpasar khususnya pelajar dan masyarakat pada umumnya. Fasilitas ini sebagai bentuk perhatian Pemkot sebagai upaya memacu agar tidak tertinggal dengan informasi perkembangan dunia yang semangkin melesat.
Demikian dipaparkan Kabag Humas Pemkot Denpasar Erwin Suryadarma jumat (27/6) di Ruang Press Room. Menurut Erwin Internet Lewat Hot Spot gratis ini untuk mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang produktif. āInternet gratis ini dapat diakses melalui hotspot yang dipasang di Rumah Pintar Jalan Kamboja,ā tegas Erwin Suryadarma.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Teknologi, Kabar Anyar | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 28 Views
27th
June
2008
Oleh Kadek Didi Suprapta
Beberapa waktu yang lalu, warga masyarakat Desa Buahan Kecamatan Kintamani, salah satu desa yang bertetangga dengan desaku mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang pelestarian lingkungan hidup, Kalpataru. Antusiasme masyarakat Buahan nampak dari semangat mereka mengarak trofi Kalpataru sepanjang perjalanan dari Bangli menuju Desa Buahan. Kebanggaan terpancar dari wajah-wajah polos mereka. Guratan-guratan ketuaan di wajah bapak-bapak itu laksana lenyap tatkala mereka merasakan kegembiraan dan kebanggan mengarak trofi Kalpataru itu.
Wajarlah jika mereka berbangga diri. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Presiden SBY kepada salah seorang perwakilan warga Buahan. Dan, prestasi itu merupakan prestasi yang jarang bisa didapatkan oleh sebuah kelompok masyarakat. Mereka dianggap mampu melestarikan hutan lindung yang berada di sekeliling desa Buahan.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 29 Views
26th
June
2008
Oleh Kadek Didi Suprapta
Ini kali pertama saya melakukan perjalanan selama empat hari penuh dan benar-benar menempatkan posisi saya sebagai seorang wisatawan atau turis. Meski saya sebenarnya bertindak sebagai pemandu wisata saat itu, tapi saya ingin larut dengan suasana tamu saya. Sebelumnya, jika saya melakukan perjalanan di seluruh Bali, saya selalu berperan sebagai pemandu wisata. Jadi tidak menikmati perjalanan sebagai mana layaknya seorang wisatawan.
Dan ternyata, mejelajahi Bali memang tidak ada habisnya. Waktu empat hari memang terlalu pendek untuk bisa menjelajah tempat-tempat terbaik dan atraksi-atraksi wisata terhebat di Pulau Dewata.
Baca selengkapnya »
Kategori berita : Sekitar Denpasar, Jalan-Jalan, Budaya | Kontributor : Penunggu Bale Bengong | | 43 Views