Kuliner articles

Futo Maki yang didalamnya berisi telor, kepiting, timun, alpukat dan sayur lalu digulung menggunakan nasi dan rumput laut yang sudah dikeringkan. Disajikan bersama kecap asin dan Wasabi

Arkenzi, the Street Sushi

Lagu dangdut Caesar “Buka dikit… jossss!” Terdengar cukup keras dari pedagang CD bajakan disekitar. Suara kendaraan bermotor yang berlalu lalang di jalan Teuku Umar Barat terasa cukup menggangu di telinga.  Perlahan-lahan Puji dan temannya mengatur perlengkapan warung sushi yang buka dari jam 5 sore hingga 11 malam, bersamaan dengan jejeran warung kecil lainnya. Terlihat seperti

sanfest

Demo Memasak bersama Chef Juna, Chef Kelana dan Chef Bloem

Ada yang menarik dalam rangkaian gelaran Sanur Village Festival kemarin. Sebuah Banner berukuran besar bertuliskan ICA (Indonesian Chef Association) terpampang pada sebuah stand yang kemudian bisa terlihat sebuah Stage dengan perlengkapan dapur serta perlengkapan bahan memasak yang terpajang rapi menghadap tatanan kursi pengunjung. ICA meramaikan gelaran Sanur Village Festival 2013 ini dengan Culinary Demonstration and

ledok-besar

Cita Rasa Ledok Menggoyang Lidah

Ledok berarti mencampur atau mengaduk. Campuran ini menghasilkan cita rasa khas yang sulit untuk dilupakan. Ledok merupakan salah satu makanan khas warga Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Ledok biasanya dibuat pada saat musim hujan ketika para warga Nusa Penida memiliki sayuran di perkebunan. Biasanya masyarakat membuat Ledok dengan sayuran seadanya yang mereka tanam sendiri.

kepiting-saus-padang-2

Nikmatnya Kepiting Bakau Budidaya Lokal

Pengen menikmati kepiting segar? Tak usah jauh-jauh. Para penggemar kepiting kini bisa menikmati kepiting bakau kualitas super hasil budidaya Kelompok Nelayan Wanasari Tuban, Kuta secara fresh. Calon pembeli bahkan bisa memilih kepitingnya bersama nelayan-nelayan dari Keramba Tancap kapan saja saat air surut. Usaha budidaya ini tidak mengenal musim panen raya.

Cukup sobek bagian per bagian dagingnya, maka kita bisa menikmatinya. Foto Anton Muhajir.

Menikmati Iga Rasa Empal Warung Leko

Kosongkan pikiranmu ketika menikmati sebuah sajian. Dengan begitu kau bisa menikmatinya tanpa pretensi tertentu. Seharusnya kredo itu saya terapkan ketika akan makan di Warung Leko, restoran di Jl Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar Jumat lalu. Niat bersantap di restoran ini mendadak muncul karena saya kangen iga bakar. Kalau sudah ngomong iga bakar, maka di otak

Pak Un Menjaga Denyut Malam Kota Denpasar

Teks oleh Astha Ditha “Makan gak makan asal kumpul”. Demikian judul lagu Slank soal soliadaritas sosial. Tapi bila kumpul-kumpul saja, tanpa makan apa tidak kelaparan? Harga beras boleh saja mencekik. Harga lauk-pauk bisa saja terus melonjak. Tak usah khawatir. “Yah, dengan uang Rp 2.500,00 bisa lah hidup, dengan makan nasi jinggo”, tukas I Nyoman Ardana

Awas, Gulanya Bisa Meletus!

Teks dan Foto Anton Muhajir Perjalanan ke Bali timur itu menarik. Selain karena jalannya yang relatif sepi dan lurus, juga karena banyaknya tempat berburu kuliner. Salah satunya di Gianyar. Di kota yang terkenal sebagai kota seni, juga terdapat makanan enak-enak. Klepon khas Gianyar termasuk yang wajib diincip. Klepon khas Gianyar ini pusatnya ada di sekitar

Perempuan Tabanan Bertengkuluk dan Klepon Khasnya

Teks dan Foto LUH DE SURIYANI Puluhan perempuan Desa Beraban, Tabanan mengenakan tengkuluk (penutup kepala dari handuk) berwarna warni pada Senin pekan lalu. Tengkuluk itu menjadi penanda khas karena tak biasa seorang perempuan dengan kebaya dan kain di Bali menggunakan kain tebal yang dibebat menutupi rambut mereka. Masing-masing banjar di Desa Beraban diwakili empat perempuan

Top