Murah Meriah Akhir Pekan di Nusa Penida

Snorkling menikmati pemandangan bawah laut salah satu daya tarik Nusa Penida. Foto Viar M Suganda.

Foto-foto Dewi Mahayanthi & Viar M Suganda

Petani rumput laut dan snorkeling murah. Semua ada di Nusa Penida.

Akhir pekan lalu, saya dan teman-teman liburan ke Nusa Penida. Pulau ini terpisah dari Bali daratan. Untuk menuju pulau yang masuk Kabupaten Klungkung ini, kita bisa menyeberang dari Sanur. Tarifnya Rp 65.000 untuk sekali menyeberang dengan waktu tempuh 30 menit.

Di Nusa Penida tidak begitu sulit mencari alat transportasi. Banyak sopir yang menawarkan jasa dengan berbagai harga.

Nusa Penida memiliki panjang pantai yang tropis dan sangat mendukung perkembangan budidaya rumput laut. Pemandangan warga yang bergelut dengan rumput laut sudah terlihat ketika baru tiba di pelabuhan.

Semangat warga pesisir belum lesu. Mereka tetap energik mengembangkan produksi rumput laut walaupun dampak global warming sudah terasa. Di beberapa daerah di Bali, budidaya rumput laut memang terganggu karena faktor cuaca yang tidak mendukung petani rumput laut.

Petani rumput laut hanya salah satu daya tarik di Nusa Penida. Nusa Penida terkenal pula dengan banyak pura. Datang ke Nusa Penida jika belum mencoba bermain dengan air laut tentu rasanya belum sempurna. Tak cuma berenang di laut tapi juga snorkling menikmati pemandangan bawah laut.

Tempat peminjaman alat snorkel sudah mudah ditemui bahkan bisa meminjam pula di salah satu yayasan di sana. Tapi, meminjam ini boleh saja jika ukurannya pas.

Tak perlu jauh-jauh menggunakan perahi untuk mencari titik bagus snorkeling. Hanya dengan berjalan kaki sedikit dan melihat pantai maka kita sudah bisa snorkeling. Ribuan biota laut ada di sana. Andai saja pantai Sanur seperti di sini pasti saya sudah setiap hari snorkeling. 😀

Sebagai tempat jalan-jalan, Nusa Penida juga punya tempat menginap murah meriah.

Saat ini akomodasi menginap sudah banyak tersebar tinggal menyesuaikan dengan kantong masing-masing. Kami memilih menginap di sebuah yayasan yang fokus pada kelestarian burung jalak bali di pulau ini. Sebelumnya kami tak sengaja berkenalan ketika penyeberangan dengan kapal boat.

Pelayanan yang diberikan yayasan ini serasa menginap di hotel. Mereka memiliki kegiatan belajar menari bagi anak-anak setempat. Jadi, secara tak langsung menghibur kami yang menginap di sana. Ada dua relawan asing yang tinggal di sana. Mereka banyak berbagi pengalaman hidupnya yang sudah hidup berpindah-pindah.

Demikianlah perjalanan murah-meriah ke Nusa Penida dengan berbekal uang Rp 300.000. Perjalanan ini memuaskan hati saya. [b]

Authors
Dewi Mahayanthi

Gadis yang terlahir sempurna dengan segala kekurangannya. mencoba sekeras hati melawan keterbatasan dengan mengikuti beberapa organisasi di dunia ini. Mencoba segala sesuatu yang belum pernah aku coba dalam kehidupan ini.

Related posts

Komentar via Facebook
Top