Urus KTP Denpasar Cuma Rp 7000

Oleh Hendra W Saputro

Menurut saya, ini langkah yang lumayan akomodatif bagi warga Kota Denpasar. Bayangan mengurus KTP dengan berbiaya mahal sirna. Pada waktu pertama kali memohon untuk mengurus KTP lumayan mendapatkan biaya yang tidak kecil. Waktu itu segala urusan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saya serahkan kepada pihak ketiga yang membantu.

Berawal ingin mengubah data di KTP, yang sebelumnya Belum Kawin menjadi status Kawin, saya bertandang ke rumah Kelihan Dinas Banjar. Penulis menyerahkan KK lama yang berisi data masih belum kawin, untuk diperbaharui melalui Kelurahan agar dalam KK baru nanti status penulis sudah kawin. Untuk urusan memperbaharui KK, Kelihan Dinas menyebutkan biayanya Rp 15.000. Selanjutnya, beliau yang hilir mudik menguruskan KK saya di kelurahan. Entah ini memang prosedurnya atau bukan, yang jelas saya minta bantuan kepada Kelihan Dinas tadi. Ini perlu dicari tahu prosedur yang sebenarnya.

Karena kesibukan saya, KK tersebut sebetulnya sudah jadi. Hampir satu mingguan KK baru tersebut dipegang oleh Bapak Kelihan Dinas. Menurut beliau, untuk mengubah data KTP, sekarang ini tidak berbelit-belit. Bawa saja KK yang baru dan mendaftar untuk perubahan data di Kantor Catatan Sipil Kota Denpasar. “Biayanya murah,” kata beliau. Pada hari-hari berikutnya, saya mendatangi Kantor Catat Sipil Kota Denpasar.

Langkah pertama adalah mencari tempat parkir buat motor kemudian jalan kaki ke lantai dasar sebelah timur gedung Catatan Sipil itu. Di sana terlihat antrian orang-orang. Di ruangan besar itu terdapat loket-loket yang hanya dipisahkan oleh kaca, di mana tiap-tiap kaca mempunyai urusan sendiri-sendiri. Saya ikut antrian di loket pendaftaran KTP, di sebelah kiri antrian dikhususkan untuk antrian loket pendaftaran KK. Dalam hitungan kurang lebih 10 menit saya sudah berada di depan loket, menyerahkan KK baru dan menyebutkan tujuannya, yaitu memperbaharui data KTP. Petugasnya menjawab dengan ramah, “Iya Pak, nanti ngomong saja sama tukang fotonya di dalam sana bahwa Pak ingin ubah data. Tapi tetap saja Pak harus difoto dulu.”

Saya kemudian bergeser ke kanan, ke loket selanjutnya untuk membayar biaya KTP yaitu sebesar Rp 7000 dan akhirnya mendapatkan nomor antrian untuk urusan foto. Saya duduk di depan loket-loket di mana memang sudah dipersiapkan tempat duduk berbaris memanjang. Kurang lebih ada sekitar lima baris, dan mampu menampung sekitar 100 orang antrian. Di dinding atas tempat loket antrian, terdapat kotak digital yang menampilkan urutan nomor antrian, tetapi ada juga petugas yang akan memanggil nomor antrian yang kita pegang.

Kurang lebih 15 menit menunggu, akhirnya nomor urut saya dipanggil. Ketika masuk ke dalam ruangan, saya melihat sekat-sekat foto kurang lebih sebanyak empat ruangan. Jadi cukup cepat untuk dapat bergantian kegiatan pemotretan. Petugas foto menyebutkan identintas saya untuk konfirmasi, dan menyuruh tanda tangan di sepotong kertas, yang nantinya di-scan. Saya duduk di depan foto digital, dan jepret.

Selanjutnya, saya disuruh menunggu untuk nantinya dipanggil lagi. Lagi-lagi dalam kisaran 10 menit, saya sudah dipanggil melalui mikrofon. Dan, akhirnya, jadilah KTP Kota Denpasar itu.

Syukurlah, Rp 7000 untuk durasi kurang dari 1 jam, pengurusan KTP Kota Denpasar.

Bersyukur bisa hidup dan berkarya di Bali. Sejak tahun 2003 berwirausaha di bidang teknologi informasi, khususnya internet marketing di (BOC Indonesia). Suka berkomunitas, menulis di blog pribadi dan traveling serta suka ajak orang untuk online kan usahanya.

Komentar via Facebook
Top