Mampir Makan dan Narsis di Warung Twice

Kami ingin mencoba menu lokal dengan harga terjangkau di Ubud. 

Kami dalam perjalanan dari Kedewatan ke arah Jalan Sri Wedari awal Juni lalu. Dua warung yang kami lewat, Pulau Kelapa dan Gurihan, sudah pernah kami coba. Terus warung apa lagi?

Untunglah ada Warung Twice. Warung ini di kanan jalan sebelum jembatan di depan Museum Mario Blanco. Kami pun berhenti di sana. Sekalian mencoba warung milik musisi Ary Astina alias JRX ini.

Saya pernah ke warung ini sebelum buka, sekitar dua tahun lalu. Waktu itu JRX sedang menyiapkan tokonya. Saya wawancara dia untuk Rolling Stone Indonesia.

Saat itu belum ada toko. Apalagi warung. Tapi, sekarang sudah berbeda sama sekali. Berbagai merchandise Superman is Dead ataupun pakaian berlabel Rumble, punya JRX dan beberapa temannya, juga banyak di sana.

Warung Twice berada di beranda toko Rumble ini. Agak sempit untuk ukuran warung, hanya sekitar 5 x 5 meter persegi. Tempat duduknya kira-kira hanya cukup untuk 10-15 orang.

Tapi, meskipun tempatnya kecil, warung ini lumayan ramai. Sore itu, ada lima pengunjung lain selain kami berdua. Berada di pojok jalan dan sejuk Ubud, tempat ini bagus juga buat nongkrong.

Tentu saja yang paling menentukan adalah menunya. Mari kita coba.

Warung Twice menyediakan menu-menu khas Indonesia. Tidak ada menu internasional. Pilihannya antara lain ikan bakar, sup ikan, dan pindang tuna. Harga berkisar antara Rp 12.000 hingga Rp 18.000.

Kalau mau menu paket ada yang seharga Rp 38.000 sudah termasuk pindang tuna, ikan bakar, dan sup. Makin lengkap jika ditambah sambal matah atau sambal merah Rp 5.000.

Kami memesan sup ikan dan ikan bakar.

Perlu sekitar 30 menit sebelum pesanan datang. Lumayan lama untuk perut yang sudah keroncongan. Untung kami memesan kopi dulu. Jadi tak terasa terlalu lama menunggu.

Oke. Pesanan pun datang. Pertama, sup ikan. Ternyata penyajiannya berbeda. Dia berupa nasi putih disiram sup ikan. Mirip penyajian soto yang dicampur. Unik karena ini sup tapi dicampur nasi. Saya belum pernah menemukan di tempat lain sebelumnya.

Sup ikan ini pakai daging tuna. Diiris-iris serupa dadu. Taburan irisan cabai merah dan bawang goreng membuatnya makin menggoda. Rasanya? Hmmm, gurih dan segar. Enak..

Terakhir, menu ikan bakar pun datang. Selain satu ekor ikan, ternyata ada tempe pula. Lumayan buat tambahan bersama sambal goreng dan lalapan.

Rasa ikan bakar ini tak lebih nikmat dibanding warung lalapan di pinggir jalan. Tapi, karena makannya sudah pukul 3 sore dan perut lapar, jadi ya nikmatnya lumayan bertambah. Masih layak untuk direkomendasikan.

Jadi, kalau butuh tempat makan menu lokal di Ubud, Warung Twice bisa jadi pilihan. Tak hanya untuk makan tapi juga nongkrong sambil sibuk foto-foto narsis di warung milik selebritis ini, seperti pengunjung lain sore itu. [b]

Authors
Tags ,

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Mengelola Sloka Institute sambil menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas.

Related posts

One Comment;

*

Top