Tanya Jawab

Apa itu BaleBengong?
BaleBengong adalah portal yang dibangun sebagai tempat berbagi informasi apa saja tentang Bali. Portal ini dikelola secara partisipatif oleh siapa pun yang peduli dan ingin berbagi informasi tersebut. BaleBengong sekaligus merupakan bagian dari upaya mewujudkan jurnalisme warga di Bali.

Apa itu jurnalisme warga?
Jurnalisme warga (citizen journalism) adalah jurnalisme yang dikelola oleh warga, dari warga, dan untuk siapa saja. Sebagai aliran baru dalam jurnalisme, yang berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, jurnalisme warga merupakan alternatif dari media umum yang sudah ada seperti koran, radio, dan televisi.

Dalam jurnalisme warga, warga tidak hanya menjadi konsumen media tapi juga bisa terlibat dalam proses pengelolaan informasi itu sendiri mulai membuat, mengawasi, mengoreksi, menanggapi, atau sekadar memilih informasi yang ingin dibaca. Karena itu, sekali lagi, jurnalisme warga tidak hanya memberi tempat tapi juga menyarankan dan mendorong pembaca untuk terlibat di dalamnya.

Kenapa perlu ada BaleBengong atau jurnalisme warga?
Pertanyaan balik: apakah Anda pernah masuk diliput media umum? Pasti jarang atau malah tidak pernah. Karena dari sono-nya, media umum itu cenderung elit. Makanya sumber berita di koran banyak bersumber dari polisi, anggota DPR, pemerintah, dan seterusnya. Di sisi lain media pun cenderung lebih suka sesuatu yang bersifat konflik atau tragis. Padahal warga kan sumber informasi yang luar biasa. Banyak masalah sehari-hari yang sepertinya sepele, tapi perlu diketahui orang lain. Nah, di BaleBengong, Anda bisa menulis sendiri masalah yang menurut Anda menarik.

Informasi apa yang bisa disampaikan di BaleBengong?
Apa saja tentang Bali. Nyaris tidak informasi yang tidak bisa disampaikan di BaleBengong. Anda bisa menulis hal paling sepele tentang diri Anda sendiri maupun tentang masalah paling gawat sekalipun. Anda bisa menulis hobi, gaya hidup, kuliner, adat, budaya, agama, peristiwa, opini, agenda, dan seterusnya.

Hal paling penting adalah informasi itu berdasarkan FAKTA, bukan hanya GOSIP. Karena itu informasi di BaleBengong diutamakan berasal dari sumber pertama atau orang yang mengalaminya sendiri.

Siapa yang bisa berpartisipasi di BaleBengong?
Siapa saja. Setiap orang bisa berpartisipasi di BaleBengong untuk mencari, menambah, menanggapi, mengoreksi, maupun membuat informasi itu sendiri. Untuk informasi yang bersifat umum, netral, dan tidak menyinggung pihak lain, Anda bisa menggunakan identitas apapun. Namun untuk informasi yang bersifat koreksi, klarifikasi, ataupun penilaian lain, Anda harus menyebutkan identitas dan keterangan jelas. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pertanggunggugatan terhadap informasi yang disampaikan.

Bagaimana cara membuat informasi untuk BaleBengong?
Bale Bengong adalah sumber informasi alternatif, tidak layaknya media umum yang sangat terikat standar jurnalistik. Karena itu Anda bebas membuat informasi dalam bentuk apa saja untuk dikirim dan dimuat di BaleBengong. Meski demikian, sekali lagi, informasi itu harus FAKTUAL alias benar-benar terjadi, bukan sesuatu yang bersifat imajiner.

Bagaiamana bentuk laporan yang ditulis di BaleBengong?
Inilah enaknya jurnalisme warga. Anda bisa menjadi pelapor (reporter), penulis, dan editor tulisan Anda sendiri. Jadi silakan tulis informasi Anda dalam bentuk apa saja yang Anda sukai. Tapi informasi itu setidaknya informasi itu mencakup enam hal yang awam dikenal sebagai 5W+1H alias lima wanita satu hamil. He.he. Bukan, maksudnya What, Who, Where, When, Why, dan How. Usahakan agar informasi tersebut mencakup enam hal di atas.

Berarti tulisan saya akan langsung dimuat ketika dikirim ke BaleBengong?
Tidak juga. Hak pemuatan ada di editor. Editor berhak mengedit, terutama dalam hal ejaan atau gaya bahasa, bukan materi tulisan tersebut. Meski demikian tulisan yang bersifat menghasut, menyinggung, serta mengandung kekerasan dan pornografi sangat mungkin tidak akan dimuat. Tapi sejauh ini belum pernah ada informasi yang tidak dimuat karena alasan-alasan di atas..

Apakah saya harus mencantumkan nama sebagai penulis?
Yap! Karena itu di awal tulisan, kami selalu mencantumkan nama penulis (by line). Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap isi tulisan tersebut.

Lho, memangnya siapa yang bertanggungjawab atas isi tulisan tersebut?
Anda sendiri. BaleBengong hanyalah memfasilitasi dan bertanggungjawab terhadap jalannya portal ini. Adapun pertanggungjawaban atas setiap materi yang ditulis ada pada penulis masing-masing.

Bagaimana saya mengirim informasi tersebut?
Silakan kirim ke info@sloka.or.id atau anda bisa segera mendaftar dan mulai mengirimkan tulisan. Tulisan anda akan tersimpan di editor draft. Namun jika informasi yang disampaikan agak mendesak dan perlu segera dimuat, Anda bisa menelpon ke 0361-7989495.

Apakah saya akan mendapat honor jika tulisan saya dimuat?
Tidak. Hingga saat ini semua yang dilakukan di BaleBengong bersifat suka rela. Semua kontributor di BaleBengong tidak mendapatkan sepeser pun uang dari pemuatan tulisan di BaleBengong, demikian pula penunggu BaleBengong. Bahkan pembuatan portal ini pun free alias gratis. Namun hak milik tulisan itu tetap ada pada Anda. Jadi Anda masih bisa mengirim tulisan itu ke media lain yang bisa memberikan honor. Sebagian tulisan di portal ini pun berupa artikel, terutama berita kisah, yang sudah pernah dimuat media umum.

Apakah bayar kalau mengambil tulisan di BaleBengong?
Sebaliknya, Anda pun bisa mengambil tulisan-tulisan di portal ini tanpa harus membayar. Tapi mohon memberi penghargaan dengan mencantumkan sumber tulisan tersebut. Oya, jika Anda bermaksud mempublikasikan ulang tulisan-tulisan di BaleBengong, terutama untuk tujuan publikasi, sebaiknya Anda melakukan verifikasi atau cek ulang pada penulis masing-masing.

Kok semuanya gratis sih?
Ya itulah enaknya kita berbagi. Tidak semua hal harus diukur dari uang kan? Penunggu BaleBengong ini, seperti halnya semua kontributor portal ini, sepakat bahwa informasi seharusnya bisa dibagi dengan suka rela. Tapi kalau ada yang membayar ya tidak masalah. Masak rezeki ditolak. He.he.

Kalau kurang jelas tentang BaleBengong, ke mana saya harus bertanya?
Silakan kontak penunggu BaleBengong lewat email info@sloka.or.id atau telepon 0361-7989495. Tapi mohon teleponnya tidak tengah malam. Kasihan. Itu waktu istirahat. Hehe.. [b]

41 Comments

  1. Pande said:

    Salut !
    kata pertama saya berikan saat membaca kalimat demi kalimat pada halaman ini. sedikit terkejut melihat Blog saya ikut nongol di List Blog Teman.
    Terima Kasih.

    Mungkin nanti saya ikut memberikan posting yang barangkali bisa berguna bagi teman2 lainnya.
    Sekali lagi Terima Kasih.

    Regards,
    Pande

  2. Zen said:

    Hidup Jurnalistik warga. Saya sudah kembangkan itu diweb di atas. minta dukungan dan restu, apalagi kiriman karya jurnalistiknya.

  3. pushandaka said:

    Saya mau sedikit saran.. (kalo diterima sukur, kalo gak juga gpp. hehe..)

    Saya merasa balebengong sudah bukan milik blogger Denpasar lagi, melainkan Bali (karena balebengong saya anggap salah satu pencetus didirikannya Bali Blogger Community). Bahkan orang non-Bali yang merasa punya ikatan batin dengan Bali pun diperbolehkan mengklaim balebengong sebagai “rumahnya”

    Intinya, title description yang berbunyi “Tempat Denpasar Berbagi Kabar” saya rasa sudah nggak tepat lagi. Karena balebengong sudah menjadi milik Bali.

    Maaf, kalo terlalu banyak cingcong. Hehe..
    Suksma,

  4. ady gondronk said:

    saya setuju dengan pushandaka,title description_nya mungkin perlu diganti tuh..!! misalnya menjadi “Tempat Bali Berbagi Orti”,…hehehe

  5. novianto said:

    perbandingan antara web browser,IE,netscape,opera dan mozilla apa?

  6. anom said:

    saya mau tanya ada nggak semacam kursus yang dilaksanakan oleh museum sidik jari kalau ada mohon dinformasikan beserta biayanya mungkin dari tingkat pemula smapai mahir
    trimakasih.

  7. beni harnadi said:

    saya mencari rumput laut kering / eucheuma cottoni. apakah anda tahu siapa yang bisa saya hubungi ? terima kasih.

  8. Yudhistira Hargan said:

    Dear,

    Aku tingal di Medan, Sumatera Utara, aku suka dengan Bali, tapi aku gak dibali, Tapi kalo redtur mau info medan q juga mau kasih sare lah….

  9. K Toha Putra said:

    Kami ada musik kolaborasi antara gender wayang dengan musik modern dengan vokalis Ricard Kall. Jika kita ingin mengembangkan dan promosi tentang budaya bali boleh dong kita juga mendapat tempat disini? terus terang untuk promosi kami tidak ada biaya.Terima kasih

  10. Gunadi said:

    Mohon informasi
    saya ingin tahu jenis-senis binatang yang dibutuhkan untuk sarana upacara baik yang tergolong langka maupun yang masih banyak tersedia di alam Bali.
    Atas bantuannya saya ucapkan banyak terimakasih

  11. aria cipta said:

    saya sebagai generasi muda bali yang haus akan pengetahuan dan ingin sekali lebih mendalam mempelajari dunia bloging ini, tanpa sengaja menemukan situs ini, saya senang sekali akhirnya bisa ada yang membantu saya dalam peningkatan kemampuan tulis menulis, jadi mohon bantuan dan bimbingannya supaya saya bisa lebih eksis di dunia bloging ini
    terima kasih

  12. erli_imout said:

    halo apa kabar para komunitas balebengong, terus terang saya baru tahu ada situs yang keren seperti balebengong. sudah setahun ini saya menikah dengan orang dari bali, tapi saya masih belum tahu betul adat-adat apa saja yang ada di bali, termasuk apa yang menjadi pantangan dan apa yang menjadi keharusan di Bali. Kalo sempet tolong di jawab ya…thanx n GBU all

  13. guest said:

    saya mau minta bantuan kepada balebenggong….nama saya gede….saya sudah menjadi mualaf tapi tidak punya sertifikat mualaf…sekarang saya lagi mengurus ke kua untuk menikah dengan calon istri saya yang sudah mengandung anak 3 bulan …. karena tidak ada sertifikat islam kua tidak memberikan ijin untuk menikah….saya minta tolong untuk membuatkan bisa membuatkan sertifikat islam saya berdomisili di bandung saat ini..trims

  14. riona said:

    salam

    nama saya riona.saya mau tanya apakah mendaki gunung agung seperti mendaki gunung rinjani di lombok?yang ada pemandu dan pembantu pemandunya??kalau ada,bisa ngak di infomasikan.terima kasih banya.

  15. wijaya said:

    hello
    saya sangat senang membaca bale bengong…. terimaksih untuk sharing beritanya salam dariw arga bali di Sudan

  16. tya said:

    aku mo tau sejarah tentang anak astra???
    anak yg lahir dr ayah dan ibu yg berbeda kasta
    apakah sampai skg masi berlaku??

  17. mimin said:

    pak nanya dong kalo di bali katanya bakal ada bali asia multiculture event ya?? tanggal 17 ini dari tgl 13 sampe 17???
    boleh minta reportnya ,, amat sangat dibutuhkan kalo bisa orang2 yang dateng siapa aja ya pak terimakasih

  18. Melani Ariska said:

    Nama saya Melani dari dinas pariwisata Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau.
    Yang saya ingin tanyakan, apakah ada pelaksanaan diklat kepariwisataan yang diselenggarakan di Bali, terutama sekitar bulan juni-juli 2009?
    terima kasih

  19. Robby Setiawan said:

    aduh…ternyata nama “Bale Bengong” sudah ada ya…!!!
    padahal rencananya saya, mau bikin Rumah makan yang ber-Design Bali. dan dikasih nama Bale Bengong. kira-kira klo saya kasih nama Rumah makan saya pake nama Bale Bengong boleh atau gak ya,…!!!! dan sudah ada atau belum??? kasih saran donk setting Rumh makan Bali itu bagaimana??? ditunggu jawabannya….. dan makseh sebelumnya. Penting lho…!!!!!!!

  20. Tiza said:

    bagaimana cara mendapatkan beasiswa penuh di sekolah-sekolah kuliner yang ada di Bali?

  21. asep solichin said:

    apakah bisa badan perpustakaan bali memfasilitasi pembentukan asosiasi perpustakaan desa dan kelurahan indonesia prop bali ?

    asep ketua asosiasi pusat tlp.02270234165

  22. untung mulyanto said:

    saya ingin berpartipasi untuk masyarakat Bali, tentang AIDS. adapun metode yang saya pergunakan dengan pemijatan dan ramuan jawa, untuk itu kalau anda berkenan dapat mefasilitasi kegiatan saya ini. dan atas seijin tuhan dapat menyembuhkan AIDS. saya tidak janji mari kita buktikan bersama.

  23. ketut sandhi said:

    semoga semua berbahagia,

    pak anton tiang senang sekali baca artikel artikel yang ditulis di bale bengong in, terutama tentang kuliner di bali, karena tiang juga punya warung kecil di newcastle. kalo boleh juga tanya , apa bisa tiang kirim artikel yang baru baru ini dibuat oleh koran newcastle Herald ? wartawan ini tiang tidak kenal, dan juga tiang tidak tahu kapan dia makan di warung tiang, cuma yang pasti tiang tahu wartawan photonya datang beberapa minggu sebelumnya,
    inggih matur sukseme

  24. malik ar'asy said:

    malik ar’asy
    Nama saya herma.kasus yang saya alami dapat di lihat di
    http://www.intimidasike1.blogspot.com

    Saya sangat butuh bantuan hukum dan bantuan pencarian bukti bukti dan
    arsip arsip yang ada hugunganya dan sangkut pautnya dengan kasus yang
    saya alami.
    Bila saudara punya maka dapat menghubungi awanabdulherma@gmail.com
    Terima kasih atas perhatianya
    Salam kenal

  25. bali boy said:

    ini wadah yang ok banget , oh ya utk temen2 di balebenggong.net , saya perlu info tentang permainan anak2 di bali waktu jaman dulu ( kita msh kecil mungkin ) krn saya tertarik utk mempelajari , permainan anak2 di bali jaman dulu , krn sekarng saya liat sudah hampir punah spt metajog , dengkleng , dll , semua itu telah digantikan oleh games elektronik bahkan di desa desa saya melihat ada beberapa tempat penyewaan games ,dan rame sekali . saya ingin permainan traditional jaman dulu bisa di cerita kan ulang dan bisa di di perkenalkan kembali ke anak2 jaman sekarang .
    thanks

    • Luh De Suriyani said:

      mr boy,
      ada sanggar asuhan Pak MAde Taro di Bali yang terus melestarikan permainan anak tradsional. Namanya Sanggar Kukuruyuk. Coba googling ya

  26. Ida Vitry said:

    Hi ..
    Bagaimana caranya order untuk oleh2, saya rencana akan ke bali tanggl 27 – 30 Juni 2010 ini.
    Maksimum boleh berapa dus ?

    regards

    Ida Vitry

  27. nurul said:

    Mo tanya dung….
    BTW Gimanasih cara publish kita punya web, coz saya baru nyoba-nyoba buat web yang gratisan di http://www.000webhosting.com so gimana juga cara berbisnis diweb itu. tadi saya baca di artikel supaya bisa masuk di search engine kaya google itu gimana cara daftarnya tolong dunk informasinya……

    Thanks….

  28. mega sijabat said:

    hi,

    sori nih kayanya pertanyaan saya ngga ada kaitannya dengan bale bengong.
    sebenernya saya lagi cari info mengenai galeri2 atau komunitas seni di bali yg seperti Salihara (Jakarta) atau Selasar Sunaryo (Bandung).
    saya baru aja tinggal di bali, dan sampe sekarang belum temukan galeri atau komunitas sejenis yg saya sebutkan tadi.
    mohon bantuan info, kalau Bale Bengong punya data base-nya 🙂

    Terimakasih 🙂

    salam.
    mega

    • Anton Muhajir said:

      hai mega. selamat datang di bali. beberapa komunitas seni atau pagelaran rutin bisa kamu temukan di museum sidik jari denpasar. Di sini, sejumlah komunitas terutama penyair dan penulis kerap membuat kegiatan. Bentara budaya Kompas di Bali juga mulai intens degan sejumlah program seni dan budaya. Lalu, ada alliance francaise di renon yang rutin mengagendakan program seni kontemporer dan remaja.
      ide yg bagus, nanti kami buat artikel tempat nongkrong seni d bali. cheers!

  29. Budi said:

    Jika ada ODHA yang stadium akhir, bisa di email kami (budi@balitrip.com)
    Kami masih mengembangkan metode penyembuhan HIV AIDS dengan Taru Premana dengan Usada Bali dan Spiritual Bali.
    Orang yang sembuh sudah ada, dan tahap ini sedang kami matangkan agar betul betul kami akan yakin keberhasilan 100%.
    Segera tahun (middle) 2015 akan kami buka lokalisasi penyakit HIV dengan penyembuhan lewat healty house and traditional madecine.

  30. wayancenik said:

    Berarti di Bale Bengong, siapa pun bisa posting news atau story
    apa artikel yang diposting penulis tidak disunting terlebih dahulu

  31. made selamat said:

    Maunya sih berkontribusi tapi tunggu aja dulu ya…..sapa tau jiwa wartanya bangkit lagi

*

Top