PICA Fest 2017, Pesta Clothing Terbesar di Bali

Festival clothing terbesar di Bali, PICA FEST, akan diadakan empat hari tahun ini.

Festival anak muda Bali yang paling ditunggu ini kembali digelar pada 2-5 Maret 2017 mendatang di Lapangan Parkir Gor Ngurah Rai, Jalan Melati Denpasar. Ada clothing, musik, dan tentu saja uang miliaran.

Poster PICA Fest 2017

PICA berawal dari awal tahun 2014 ketika dibentuknya asosiasi pengusaha clothing indie pulau dewata atau Paradise Island Clothing Association (PICA). Asosiasi ini dibentuk untuk menyatukan para pemilik clothing di Bali. Mereka kemudian sepakat untuk membuat sebuah festival.

Maka diselenggarakanlah PICA Fest.

Kesepakatan ini ternyata memanen kesuksesan besar bagi komunitas ini. Peningkatan jumlah kunjungan tiap tahunnya sampai mencapai 25 persen. “Kami tahun ini menargetkan kunjungan sebanyak 20.000 orang setiap harinya,” ujar Febry Iswara, PR PICA Fest saat konferensi pers Senin, 27 Februari 2017 di Mangsi Coffee, Jl. Merdeka, Renon, Denpasar.

Sebagai perbandingan di awal PICA Fest 2014 dikunjungi 20.243 orang selama 3 hari, PICA Fest 2015 mencapai 34.980 selama 3 hari, Pica Fest 2016 meningkat menjadi 58.384 orang selama 3 hari.

PICA Fest 2017 menargetkan kunjungan sebanyak 20.000 orang setiap harinya.

Tahun ini PICA Fest mengambil tema karakter hikayak rakyat Bali yaitu Jatayu. Jatayu sendiri ialah tokoh protagonis dari wiracarita Ramayana. Tapi yang paling mendasar kenapa karakter ini dipilih karena tokoh ini bagi PICA Fest diharapkan dapat memotivasi anak muda Bali untuk tetap bersemangat melakukan hal-hal positif.

Bertepatan dengan tahun 2017 adalah tahun ayam, tentu saja pemilihan Jatayu masih sangat relevan.

Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya PICA Fest tidak hanya merangkul para anak muda penggiat clothing indie di Bali, tetapi juga melibatkan banyak sekali komunitas-komunitas kreatif Bali. Dari komunitas perduli lingkungan, otomotif, sosial, tattoo, photography tentu saja musik dan komunitas lainnya.

Tentu saja yang paling ditunggu-tunggu di PICA Fest 2017 adalah produk fashion indie Bali yang tidak segan-segan memberikan diskon. Amah-amah, Dynamite, Mars Radiance, Oompa, Slashrock, Videma, Voordurend hanya beberapa contoh brand yang akan memamerkan produk-produk fashion terbaik mereka.

Karena PICA Fest 2017 memfasilitasi sekitar 56 brand, ini menjadi keuntungan buat pengunjung mendapatkan banyak pilihan.

Selain itu akan ada juga tenda khusus dari Bali Indie Movement yang mewadahi band-band indie Bali. Di tenda ini akan dijual produk-produk merchandise asli dan rilisan fisik dari band-band yang tampil di PICA Fest 2017. Kurasi pemilihan brand peserta festival dilakukan dengan memperhatikan banyak faktor, selain kualitas brand-brand ini juga harus secara aktif menunjukan eksistensinya.

Keterbatasan luasan lokasi festival juga menjadi pertimbangan pembatasan dari 100 brand dalam list hanya 56 brand yang bisa diikut sertakan. Panitia bahkan tahun ini menambah total jumlah tenda menjadi sekitar 120 tenda. Dari total jumlah tenda ini tentu saja sudah dibagi untuk peruntukan brand, komunitas, kuliner dan fasilitas pendukung.

Brand-brand Peserta PICA Fest 2017

Tidak salah kalau festival ini juga disebut sebagai festival indie terbesar di pulau ini, ini dilihat dari jumlah band yang akan tampil. Tidak tanggung-tanggung total 60an band akan memeriahkan dan menghibur pengunjung selama 4 hari berturut-turut.

Barisan band-band lokal yang paling ditunggu-tunggu diatas panggung seperti Lolot, Jonny Agung, Navicula, Scared Of Bums, Devildice & Dialog Dini Hari. Lolot sendiri sangat menyambut positif festival ini. “Terima kasih selalu melibatkan Lolot di PICA Fest dari tahun ke tahun,” apresiasi Lanang basis dari Lolot.

Pintu festival dibuka setiap harinya mulai pukul 10.00 – 22.00 WITA. Tiket masuk per orang dijual seharga Rp. 20.000 di pintu masuk festival.

Band-band pendatang baru yang akhir-akhir ini mencuri banyak perhatian skena musik indie Bali seperti Zat Kimia, Rollfast, Marco, Dromme, Janggar dan Lili of The Valley juga tidak bisa dilewatkan begitu saja penampilannya di PICA Fest 2017.

Untuk melengkapi kemeriahan panitia juga mengundang beberapa band luar pulau seperti Burgerkill, Devide, Last Goal Party & Sunrise. Yang berbeda dari tahun ini PICA Fest 2017 juga menyisipkan konten Group lawak Celekontong Mas sebagai bentuk keterbukaan festival ini dengan budaya tradisional.

Daftar band-band di PICA Fest 2017

PICA MAGZ

Berkembangnya komunitas PICA tidak terlepas dari upaya-upaya konsisten dari mereka, PICA Magz adalah salah satu bentuk dukungan paling berpengaruh membesarkan komunitas ini. Majalah sub-culture yang sekarang sudah sampai di edisi ke 18 ini selalu memberikan informasi produk-produk terbaru dari brand-brand anggota PICA.

Selain itu informasi terbaru tentang trend fashion, musik dan life style menjadi andalan menu majalah ini. Tapi jangan salah media ini juga sangat kritis dengan isu-isu sosial yang terjadi di Bali, coba baca bagian “Editorial Notes”.

Adanya sisipan program Talk Show di panggung PICA Magz juga menjadikan PICA Fest akan lebih interaktif. Semua penampilan band dan aktifitas lainnya akan dibagi di dua panggung PICA Fest 2017, panggung PICA Fest dan panggung PICA Magz. Dari lineup di Panggung PICA Magz bisa dipastikan kalau panggung ini akan lebih intim dan hangat.

Tapi tentu saja bagi pengunjung yang ingin menikmati kekuatan sound-system oleh Cahya Enterprise tidak akan melewatkan panggung utama.

Rundown Acara PICA Fest 2017

*gunakan icon tanda panah untuk melihat hari berikutnya

Tunjukan dukunganmu terhadap skena indie lokal dengan menggunakan produk brand lokal. Selamat mengunjungi PICA Fest 2017.

Video Dokumentasi Singkat Profile PICA Fest

Video Promosi PICA Fest 2016

Instagram: @pica_fest
Twitter: @pica_official

Putu Hendra Brawijaya Putra, yang lebih dikenal dengan nama Saylow Alrite. Walaupun lahir di Malang, Jawa Timur tapi dia adalah putra asli Karangasem tepatnya Dusun Tanahampo, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis. Pria periang ini sekarang berdomisili di Panjer, Denpasar setelah hampir 9 tahun merantau di Yogyakarta. Berprofesi sebagai Web & Graphic Designer, Promotor Musik & Film, Blogger dan mengelola sebuah Web Design Studio yang jarang dapat project. :P | Twitter: @Saylow | Facebook: Saylow Alrite | Instagram: @Saylow

Related posts

*

Top