Charcoal for Children: Belajar sambil Berkreasi

cfc-session-1

Proses kreatif anak-anak menggunakan arang. Foto: Nadine Maulida

Belajar bukan hanya dengan buku teks di dalam kelas. 

CushCush Gallery menawarkan perpaduan unik dalam belajar, bermain dan bereksplorasi. Perpaduan ini mendukung anak-anak dan memberi motivasi kepada mereka untuk belajar melalui kegiatan kreatif penuh interaksi.

Didukung dan bermula dari LagiLagi, ‘Charcoal for Children’ adalah sebuah program CushCush Gallery. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, dengan mengolah material sisa menjadi barang yang berguna dalam keseharian kita melalui proses kreatif dan desain.

Kegiatan ini juga untuk mendukung kreativitas anak-anak dan juga mengumpulkan dana untuk program LagiLagi kedepan nya.

charcoal-for-children_poster

Program Charcoal for Children sesi 2 akan segera dimulai.

Program Make Your Own Charcoal workshop adalah salah satu kegiatan untuk pengumpulan dana. Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama belajar bagaimana cara membuat arang gambar (charcoal) dengan menggunakan ranting pohon atau kayu sisa di sekitar kita.

Kegiatan ini diprakasai Reno Ganesha, salah satu seniman muda Indonesia. Reno Ganesha telah mendalami dan bereksplorasi membuat arang gambar sendiri sejak ia menempuh pendidikan nya di jurusan seni rupa di Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Melbourne.

Charcoal for Children adalah sebuah wadah untuk berkumpul dan bereksplorasi bagi anak-anak dari beragam latar belakang. Mereka akan berinteraksi dengan seniman ternama dan muda. Dalam setiap sesi, panitia mengundang dua seniman untuk membimbing kelompok anak-anak yang dibagi secara acak.

Anak-anak kemudian membuat karya perseorangan dan juga karya kolaborasi bersama yang merupakan respon dari apa yang menarik disekitar mereka.

Anak-anak akan bereksplorasi dengan berbagai jenis tehnik yang berbeda dari arang gambar dengan cara menyenangkan, penuh dengan interaksi, dan anak-anak juga bisa turut bermain sambil belajar.

Program ini fokus kepada bagaimana menggunakan arang gambar sebagai media untuk mengekspresikan diri mereka melalui seni. Nantinya, para seniman akan mengolah karya hasil kolabarasi tersebut dalam bentuk artworks yang akan dipamerkan dalam Charcoal for Children – Charity Exhibition pada Februari 2017.

Partisipan

Peserta acara adalah anak-anak 9-16 tahun dari berbagai macam latar belakang berbeda. Bisa dari sekolah nasional, sekolah internasional, organisasi & yayasan sosial, serta publik. Semua partisipan akan memperolah sertifikat partiaipasi atas keterlibatannya dalam Charcoal for Children. Acara ini tidak dipungut biaya.

Periode Program

Program sudah dimulai sejak September 2016 dan terdiri dari 3 sesi :

Sesi 1 : Sabtu, 24 September 2016 (Seniman yang terlibat : Suklu & Reno Ganesha)

Sesi 2 : Minggu, 23 Oktober 2016 (Seniman yang terlibat : Noella Roos & Nyoman Wijaya)

Sesi 3 : Minggu, 15 Januari 2017 (Natisha Jones & Misteri artist)*

*Akan dikonfirmasi kembali untuk tanggal & seniman yang terlibat

Para peserta sesi 1 CHARCOAL FOR CHILDREN

Para peserta sesi 1 Charcoal for Children. Foto Nadine Maulida.

Pameran

Pada akhir Februari 2017. Hasil karya kolaborasi antara seniman & anak-anak di setiap sesi acara Charcoal for Children akan dipamerkan pada pameran amal di CushCush Gallery. Pameran ini adalah perayaan serta apresiasi seni dan kreativitas, yang menjadi perpaduan keharomonisan visual antara anak-anak dengan orang dewasa melalui Charcoal (arang gambar).

Kegiatan ini juga merupakan pameran untuk mengumpulkan dana (fund raising). Hasil karya kolaborasi antara anak-anak dengan para seniman tersebut akan dijual dan disumbangkan kepada LagiLagi untuk menggelar acara-acara kreatif bagi anak-anak ke depannya. [b]

Catering Bali

Related posts

*

Top