Pesta Sains Menghubungkan Makanan dan Lingkungan

Pembukaan pameran foto Eat It! di Bentara Budaya Bali. Foto Bentara Budaya Bali.

Pembukaan pameran foto Eat It! di Bentara Budaya Bali. Foto Bentara Budaya Bali.

Fete de la Science kembali datang tahun ini. 

Fete de la Science, baca fet de la siongs, adalah festival sains tahunan yang diadakan Institut Francais Indonesia (IFI). Pada edisi ketiga tahun 2016 ini, Pesta Sains mengangkat tema Makanan dan Kita, terkait hubungan makanan dengan kesehatan dan lingkungan.

Pesta Sains di Indonesia akan diselenggarakan pada periode September hingga Desember 2016. Lokasinya di sembilan kota yaitu Surabaya, Malang, Jombang, Makassar, Jogjakarta, Jakarta, Bandung, Denpasar dan Medan.

Pesta Sains membuka akses sains agar lebih dekat dan dapat mudah dipahami oleh masyarakat. Acara ini ditujukan untuk semua kalangan, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa di seluruh jaringan Prancis di Indonesia Institut Francais Indonesia (Surabaya, Jogjakarta, Jakarta dan Bandung), Alliance Francaise (Bali dan Medan), dan Warung Prancis (WP).

Pesta ini melibatkan perguruan tinggi mitra serta lembaga, organisasi, komunitas mitra kami di masing-masing kota tersebut.

Acara utama Pesta Sains 2016 adalah pameran interaktif Bon Appetit atau Selamat Makan oleh Cite Nature (baca : site natur), sebuah pusat budaya sains dari Prancis. Pameran berkeliling seluruh di jaringan IFI dimulai dari Surabaya (2 – 17 September), Jogjakarta (23 September – 8 Oktober), Jakarta (14 – 29 Oktober) hingga Bandung (4 – 19 November) dan Alliance franc?aise (AF) Bali (27 November – 10 Desember).

Pembukaan Pesta Sains 2016 di Bali berlangsung pada Minggu, 27 November 2016, pukul 18.00, di Bentara Budaya Bali, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra 88X, Ketewel, Gianyar.

Makanan dan Kita
Festival yang terbuka untuk umum ini diselenggarakan tiap tahun oleh Institut Francais dan Alliance Francaise di Indonesia. Pesta Sains mendorong pertukaran ide terhadap persoalan sains internasional.

Edisi ketiga Pesta Sains 2016 mengusung tema makanan. Dalam konteks internasional yang ditandai dengan kenaikan jumlah penduduk dunia, perubahan iklim, dan keinginan untuk mengatasi masalah kesehatan secara lebih baik, pangan menjadi isu ilmiah paling utama. Kegiatan Pesta Sains membahas isu mengenai pola makan, pertanian berkelanjutan, keanekaragaman hayati dan kesehatan masyarakat.

Pameran “Selamat Makan” menjadi inti dari edisi tahun ini. Berbagai eksperimen, permainan, aktivitas, akan mengajak publik untuk mengungkap misteri makanan: mulai dari pengenalan tentang bermacam-macam kelompok makanan, efeknya bagi tubuh manusia, hingga pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan. Pameran “Selamat Makan” menyajikan jawaban-jawaban sederhana terhadap berbagai persoalan terkait makanan.

Pameran Interaktif
Pelaksanaan Pesta Sains 2016 di Bali diselenggarakan atas kerja sama dengan Bentara Budaya Bali. Acara pameran utama yang bersifat interaktif dibuat oleh Cite Nature dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Pameran dibuka untuk kelompok pelajar maupun umum. Untuk kelompok pelajar disediakan pemandu. Pameran ini terdiri dari 12 panel bolak-balik, permainan interaktif dan kuis eksperimen.

Jam buka pameran Senin sampai Jumat dari pukul 10.00 sampai 14.00 untuk pelajar sedangkan untuk umum pada pukul 15.00 hingga 18.00. Pada hari Minggu pukul 10.00 – 18.00.

pembukaan-pameran-eat-it-dalam-rangka-pesta-sains-2016

Pesta Sains 2016

Enora Lalet
Selain pameran interaktif “Bon Appe?tit” atau “Selamat Makan” di waktu yang sama akan dibuka juga pameran “Eat It!” berupa karya foto artistik bertema Cooking Faces oleh Enora Lalet. Enora Lalet adalah seniman yang mengkolaborasikan foto, kuliner, dan desain ke dalam karyanya.

Beberapa seniman memilih lukisan, cat air atau pastel, namun Enora Lalet, ia memilih makanan. Perupa kuliner ini telah berkarya di seluruh dunia sepanjang kariernya. Berkat ketertarikannya dengan Indonesia, Enora Lalet, melakukan residensi seni di kota Batu pada 2014 yang didukung oleh Institut Franc?ais.

Ia kembali lagi tahun ini ke Indonesia untuk menampilkan karya kaya warna dan pop. Untuk acara ini, Ia mengubah makanan menjadi perhiasan yang tak ternilai. Kelembutan, kehalusan dan keselarasan berpadu dalam karya portrait kuliner yang unik.

Gabungan dari berbagai bidang seni yang pasti menarik perhatian.

Enora Lalet juga turut hadir dalam Pembukaan Pesta Sains 2016. Dia berbagi cerita mengenai karya yang dipamerkan di hadapan publik. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Enora Lalet, silakan kunjungi website pribadinya.

Pameran “Eat It!” karya Enora Lalet akan dilangsungkan mulai Minggu 27 November hingga Sabtu, 10 Desember 2016 di Bentara Budaya Bali, dibuka untuk umum, setiap hari mulai pukul 10.00-18.00 WITA.

Selain pameran interaktif dan artistik, ada pula pameran yang dibuat oleh lembaga penelitian Prancis, CIRAD dan IRD, berjudul “Tanaman dan Manusia”. Pameran akan ditampilkan di Universitas Udayana pada Jumat, 2 Desember 2016 bersamaan dengan seminar “Makanan dan Lingkungan”.

Pemutaran Film dan Seminar
Di hari yang sama, 27 November 2016, selepas acara pembukaan dan diskusi dengan Enora Lalet, akan kita saksikan bersama-sama film “Kasepuhan Ciptagelar” karya Watchdoc Documentary.

Di hari yang berbeda dalam rangkaian Pesta Sains kita juga akan menyaksikan pemutaran film box office yang juga memenangkan penghargaan sebagai Film Dokumenter Terbaik dalam Ce?sar Award 2016 Prancis, berjudul “Demain” / Tomorrow” di Bentara Budaya Bali pada Minggu, 4 Desember 2016 mulai pukul 19.00.

Selain pameran dan pemutaran film,Pesta Sains di Bali juga akan berkunjung ke kampus-kampus dengan mengadakan seminar mengenai makanan termasuk di Universitas Udayana dan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali. [b]

Catering Bali

3 Comments

*

Top