Tresna Setonden Mati, Klip Megelut Marco Band

Marco Band salah satu band rock alternatif berbahasa Bali. Foto Marco Band.

Istirahatnya Lolot Band membuat Donnie Lesmana dan Comar punya inisiatif.

Pada kurun waktu 2008-2009, ketika band Lolot sedang hiatus dari panggung musik Bali, mereka berinisiatif untuk membuat side project “Marco”. Nama ini sebenarnya adalah kebalikan dari nama Comar, Marco.

Project ini berhasil menelurkan album pertama. Formasi awal band ini adalah Comar (vokal dan gitar), Donnie (gitar), Hendra (drum) dan Lelut (bass). Sejalan dengan waktu Lolot kembali eksis. Maka Donnie dan Hendra kembali sibuk di Band Lolot. Begitu juga dengan Lelut.

Di tahun 2016 lalu walaupun masih dibantu Donnie & Hendra dari Lolot, band ini akhirnya membentuk formasi baru yaitu Comar (vokal), Adi Kusuma (gitar), Mank Marilyn (bass) dan Ade Ananta (drum).

Trensna Setonden Mati, lirik lagu ini dibuat oleh Comar & Ketut Slonog, sepupu Comar. Kemudian dalam perjalanannya lagu ini digubah lagi bersama dengan personil Marco baik secara lirik maupun aransemen menjadi seperti sekarang.

Lagu ini adalah single pertama yang nantinya akan menjadi bagian dari sebuah album yang akan dirilis Marco Band. Dalam perjalanannya pembuatan single ini Marco banyak didukung oleh teman-teman penggiat musik di Bali. Misalnya untuk studio rekaman dibantu oleh Donnie dan Hendra, kemudian studio latihan yang sering dibantu oleh Iwan Rock.

Akhirnya pada 15 Desember 2016 lalu, video klip single Trensna Setonden Mati resmi dirilis di kanal Youtube.

Awalnya Andy Duarsa, strudara klip ini, berinisiatif untuk menghubungi Marco menawarkan diri untuk membuat video klip single ini. Tentu saja kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Marco, karena Andy adalah sutradara klip senior di Bali dan sudah pernah membuat video klip untuk Marco sebelumnya.

Konsep awal klip ini dibuat oleh Marco dan Andy Duarsa. Kemudian dipilihlah sebuah gudang penyewaan tata-cahaya di bilangan Banjar Kedaton, Denpasar sebagai lokasi pengambilan gambar video.

Konsep awal klip ini awalnya hanya menampilkan personel band yang sedang memainkan lagu di sebuah setting panggung dengan tata-cahaya. Tapi kemudian muncul ide dari Comar untuk melibatkan teman, keluarga dan penggemar Marco untuk berkolaborasi di klip ini.

Akhirnya klip ini mempunyai dua versi, yaitu versi band dan versi “megelut”. Idenya adalah menampilkan potongan-potongan video yang menampilkan ekspresi cinta dengan berpelukan (megelut) dari sepasang kekasih, teman atau suami-istri.

Tentu saja hal ini mendapatkan tanggapan positif, dengan banyaknya potongan video yang dikirim.

Kemudian video-video ini dipilih dan dirangkai kemudian disisipkan menjadi satu bagian dari klip Trensna Setonden Mati yang peranannya sangat penting untuk membuat video klip ini sangat menyentuh walau dengan background suara musik rock.

Distribusi klip Trensna Setonden Mati selain melalui kanal digital juga didistribusikan melalui siaran TV Lokal Bali.

Marco Band sudah dikenal karena sering menjadi langganan sebagai band pembuka Lolot. Tahun lalu Marco membuka pertunjukan musik Lolot di dua lokasi yaitu di Desa Pelaga, Badung & Desa Selat, Karangasem. Catatan penting Marco juga pernah manggung di salah satu panggung musik terbesar yang pernah digelar di Padanggalak, Denpasar.

Rencana ke depan Marco Band adalah melanjutkan merekam dan merampungkan album. Band ini juga sedang mempersiapkan diri untuk merilis single kedua dari album tersebut.

Yang menarik adalah single berikutnya ini dibuat bertemakan ajakan menjaga kebersihan, dan didedikasikan untuk “Festival Malu Dong Buang Sampah” yang akan segera digelar pertengahan tahun ini.

Marco Band tidak berhenti sampai di situ saja. Single Trensna Setonden Mati juga sudah dapat dinikmati di kanal-kanal digital utama seperti di Spotify, iTunes dan Deezer. Hal ini dimungkinkan karena bantuan Antida Music sebagai satu-satunya agen distribusi musik digital di Bali. [b]

Youtube Klip (Megelut Version)

Marco Band juga bisa diikuti di Facebook dan Instagram.

Contact Marco (0813 5366 6913). Booking Contact: Chandra (0819 9906 8526).

Putu Hendra Brawijaya Putra, yang lebih dikenal dengan nama Saylow Alrite. Walaupun lahir di Malang, Jawa Timur tapi dia adalah putra asli Karangasem tepatnya Dusun Tanahampo, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis. Pria periang ini sekarang berdomisili di Panjer, Denpasar setelah hampir 9 tahun merantau di Yogyakarta. Berprofesi sebagai Web & Graphic Designer, Promotor Musik & Film, Blogger dan mengelola sebuah Web Design Studio yang jarang dapat project. :P | Twitter: @Saylow | Facebook: Saylow Alrite | Instagram: @Saylow

Related posts

*

Top