Damamaya, Pelayanan Publik Denpasar yang Makin Prima

Jelang pembukaan Pameran Inovasi Publik dalam rangka HUT Kota Denpasar ke-229. Foto Diah Dharmapatni.

Data menjadi langkah awal pembangunan kota.

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Pemkot menyadari data sebagai hal vital bagi kota. Pemanfaatan data dapat menjadi sumber informasi awal untuk penyelesaian masalah perkotaan.

Pada 27 Februari lalu, Kota Denpasar menginjak usia ke-229. Hari ulang tahun Kota Denpasar dimeriahkan dengan Pameran Inovasi Publik di Taman Kota Lumintang, Denpasar. Pameran berisi stan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membuka kesempatan bagi warga mengurus segala bentuk administrasi.

Bertepatan dengan perayaan ulang tahun ini, Pemkot Denpasar meresmikan ruang kendali bernama Damamaya, Denpasar Cyber Monitor di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Damamaya sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta. ‘Dama’ berarti kontrol diri. Sementara itu, ‘Maya’ berarti tidak terlihat atau online, diambil dari istilah dunia maya.

Ruang ini dikelola oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfo) bersama dinas-dinas terkait. Dilansir dari Portal Denpasar, Cyber Monitor dapat memberikan informasi, seperti pelayanan PDAM, kegawatdaruratan, ATCS, layanan rumah sakit, kependudukan dan lain-lain.

“Ke depannya ruangan ini bisa mengontrol situasi wilayah tertentu di Kota Denpasar,” jelas Kepala Dinas Kominfo, I Dewa Made Agung, menyampaikan laporan saat peresmian Damamaya.

Selain Dinas Kominfo, Cyber Monitor juga didukung beberapa OPD seperti Badan Pembangunan Perencanaan Daerah (Bappeda), Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Walikota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat meresmikan Damamaya, Denpasar Cyber Monitor. Foto Diah Dharmapatni.

Walikota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyebutkan kolaborasi OPD ini adalah tahap awal untuk mengolah data. OPD lain juga akan menyusul untuk berkontribusi kepada Cyber Monitor sebagai ruang data utama.

“Data akan dipetakan di sini (Cyber Monitor-red), direncanakan oleh Bappeda, dianalisis oleh Litbang dan dikerjakan oleh OPD terkait,” ungkap Rai Mantra.

Aplikasi untuk Pelayanan Publik

Cyber Monitor ini akan menjadi pusat kontrol seluruh data dari OPD Kota Denpasar. Ada beberapa aplikasi dan situs yang juga diluncurkan untuk mendukung kinerja Cyber Monitor. Salah satu di antaranya, Geoportal, situs yang akan menyajikan data statistik berbentuk excel dan geospasial. Situs ini disponsori oleh Bank Dunia. Melalui situs ini, masyarakat dapat melihat data tertentu secara visual dengan menggunakan peta.

“Peta ini akan bergerak terus mengikuti data yang ada,” jelas Ida Bagus Subrata, Kepala Bappeda Denpasar.

Data geospasial yang dipresentasikan di Ruang Damamaya. Foto Diah Dharmapatni.

Pemkot Denpasar juga meresmikan panggilan darurat Emergency Call 112 untuk menangani bencana alam hingga musibah kecelakaan. Nomor panggilan ini telah berlaku secara nasional. Panggilan darurat ini dikelola oleh Dinas Kominfo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Permasalahan E-KTP diharapkan lebih cepat rampung dengan upaya perekaman E-KTP langsung di desa/kelurahan. Wilayah terkecil, desa atau kelurahan akan menggunakan aplikasi tertentu untuk mempercepat penerbitan E-KTP. Maka, masyarakat Kota Denpasar tidak perlu menunggu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun demi mendapatkan identitas kependudukan ini.

Pemkot Denpasar pun berusaha memberi rasa aman kepada warganya dengan Safe City. Warga dapat mengakses situs tersebut untuk mengetahui berbagai kejadian, seperti konflik, kebakaran, kecelakaan, pembunuhan, banjir, gempa bumi, kasus KDRT, dan lain sebagainya. Selain data berbentuk angka, situs ini juga memperlihatkan tingkat kerawanan kejadian dalam bentuk peta.

Selain pemetaan kejadian, Pemkot Denpasar juga akan memetakan distribusi air bersih melalui E-SIDAB. Hal menarik lainnya adalah Info Pasar. Pemkot Denpasar bekerja sama dengan PD Pasar untuk menyajikan informasi harga terkini bahan sembako. Saat ini, informasi harga masih bersumber dari Pasar Kereneng dan Pasar Badung/Kumbasari.

OPD di lingkungan Pemkot Denpasar akan menggunakan aplikasi tertentu untuk meningkatkan pelayanan publik. Beberapa aplikasi itu di antaranya, E-Planning, E-Kinerja, E-Sewaka Dharma hingga E-Magazine. Warga dapat mengakses seluruh informasi melalui Denpasar Smart City pada situs Pemkot Denpasar. [b]

Catering Bali

Related posts

*

Top