Waspada Berita Dusta, Berikut 10 Langkahnya

Dari kekurangan, kita sekarang justru kebanjiran informasi. 

Seperti air, terlalu banyak informasi juga berbahaya. Bisa menenggelamkan kita. Apalagi jika informasi itu berseliweran tanpa kejelasan. Karena itu, sebagai pengguna media sosial, kita perlu berhati-hati.

Pekan ini, Facebook mengeluarkan panduan untuk menghadapi berita-berita dusta alias hoax di dunia maya. Berikut sepuluh langkah agar tidak tertipu berita dusta menurut Facebook. Saya sedikit menyesuaikan dengan konteks Indonesia.

Pertama, skeptislah terhadap judul. Berita-berita dusta biasanya menggunakan judul bombastis untuk menarik perhatian. Jika judul itu bahkan terasa lebay atau bahkan tidak masuk akal, maka besar kemungkinan dia hanyalah berita dusta.

Kedua, lihat alamat domainnya baik-baik. Pada umumnya berita abal-abal dimuat oleh media abal-abal. Mereka membuat website dengan nama mirip-mirip media lain yang sudah populer. Hanya diubah sedikit untuk tujuan menipu.

Ketiga, periksa sumbernya. Bacalah baik-baik berita tersebut dari mana sumbernya. Apakah sumber itu sudah kita kenal sebelumnya? Apakah dia layak dipercaya? Pastikan bahwa berita itu memang ditulis oleh orang yang layak dipercaya atau kredibel. Jika dia dimuat media yang baru Anda kenal, bacalah profil mereka di situs tersebut.

Keempat, perhatikan format yang aneh. Banyak situs berita palsu menggunakan ejaan yang salah atau tata letak yang aneh. Bacalah dengan saksama jika Anda menemukan hal-hal aneh tersebut.

Kelima, teliti fotonya. Berita-berita dusta seringkali berisi foto atau video yang sudah dimanipulasi melalui olah digital. Kadang-kadang foto tersebut memang asli namun sudah dibawa jauh dari konteksnya. Anda bisa mencari foto atau gambar untuk memverifikasi dari mana mereka berasal.

Keenam, periksa tanggalnya. Berita-berita palsu biasanya memuat urutan waktu yang tidak masuk akal atau tanggal-tanggal yang sudah diubah. Dalam beberapa kejadian, ada tulisan yang sudah bertahun-tahun dimunculkan kembali padahal konteksnya mungkin sudah berubah.

Ketujuh, ujilah bukti-buktinya. Berita-berita palsu biasanya tidak menyediakan bukti. Atau, kalau toh ada, maka buktinya sangat lemah. Untuk itu, periksalah apakah berita tersebut memiliki bukti yang bisa dipercaya atau tidak. Jika ada, coba cek lagi apakah bukti tersebut akurat dan bisa dipercaya dengan menggunakan media lain

Kedelapan, bandingkan dengan laporan lain. Jika tidak ada sama sekali berita tersebut di media lain, maka ada indikasi bahwa berita tersebut palsu. Jika berita tersebut diberitakan juga oleh media-media lain yang bisa dipercaya, maka sepertinya berita itu benar.

Kesembilan, periksa apakah berita itu benar atau sekadar parodi. Sebab, sebagian situs daring memang dibuat untuk lucu-lucuan. Semua isinya seolah-olah benar tapi ya hanya untuk bercanda. Mereka bisa dilihat dari identitasnya, seperti Profil atau About di halaman situs tersebut.

Kesepuluh, kritislah terhadap berita-berita yang Anda baca. Beberapa cerita memang dibuat untuk menipu dengan sengaja. Bagilah hanya informasi yang sudah Anda cek kebenarannya. Jika Anda saja tidak jelas dapat dari mana atau Anda sendiri tidak terlalu percaya, tidak usah disebarkan. Cukup disimpan sendiri. Biar tidak tambah heboh sendiri lalu nantinya juga tertipu oleh berita yang Anda sendiri tidak yakin dengan isinya.

Authors

Jurnalis lepas, blogger, editor, dan nyambi tukang kompor. Mengelola Sloka Institute sambil menulis lepas di media arus utama ataupun media komunitas.

Related posts

*

Top